Green Architecture+Urban Farming: solusi desain hunian kota?

 

Bertambahnya jumlah penduduk dan semakin berkurangnya luas lahan untuk tempat tinggal di kota besar, membuat orang berpikir keras untuk mencari solusinya. Hal ini sudah menjadi fakta di kota besar. Ide desain yang dimunculkan melalui jasa arsitek membantu klien untuk mewujudkan hunian yang tetap nyaman meskipun dengan keterbatasan lahan.

 

Desain Arsitektur hijau|desain urban

 

Desain Rumah Minimalis Vs Tropis

Bagaimana mewujudkan keinginan tetap membangun hunian di kota besar dengan lahan terbatas, hijau dan segar tersebut? Konsep desain dengan gaya rumah minimalis ditambah memasukkan unsur alam sudah berkembang sejak lama. Bentuk rumah minimalis saja tanpa memasukkan unsur alami dan natural akan terasa keras dan kaku. Tentu saja ini tidak selaras dengan habitat iklim tropis dan perilaku masyarakat Indonesia yang tetap rindu dengan suasana alami di desa. Sebab dalam ingatan masyarakat kita, desa masih menjadi representasi tempat yang memiliki suasana alami.

Menjadi tantangan bagi arsitek untuk mendesain bangunan rumah yang memiliki modal awal: lahan terbatas cenderung kecil, keinginan klien agar dapat menampung ruang yang dibutuhkannya, suasana rumah alami dan natural, serta rumah sebagai wadah untuk menyalurkan hobi berkebun. Arsitektur hijau (Green Architecture) merupakan ide desain bangunan dengan memasukkan unsur alam di dalamnya dan lebih bersahabat dengan lingkungan sekitar. Realisasi konsep arsitektur hijau dalam rumah tinggal adalah:

 

Penggunaan Material Ramah Lingkungan

Menggunakan bahan material buatan dan meminimalisir penggunaan bahan alam yang ketersediaanya semakin langka. Finishing bangunan dengan materi alami bisa dengan batu alam buatan, warna natural sesuai dengan material bangunan yang digunakan. Misalnya, material kayu dicat dengan warna natural atau transparan dengan tetap menjaga serat kayu yang dimiliki. Penggunaan penutup lantai dengan semen poles ataupun beton poles. Warna dinding yang tidak dicat namun cukup acian/warna semen dan dicoating.

 

beton poles | finishing lantai beton

 

Sirkulasi Udara

Memperbanyak bukaan dinding untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan masuknya cahaya matahari. Agar maksimal ukuran besarnya bukaan dinding dalam hal ini jendela transparan serta dapat dibuka yakni minimal 1/5 luas ruangan. Konsep arsitektur hijau ini juga tidak menerapkan AC untuk mendinginkan ruangan, namun aliran udara dari luar dan dalam ruang bergerak dengan lancar atau istilahnya cross ventilation.

 

 

Penerangan Alami

Selain dari bukaan dinding yang transparan, cahaya matahari bisa diperoleh dengan membuat skylight pada atap. Namun harus diperhatikan, pada ruang-ruang tertentu tidak cocok diterapkan skylight tersebut. Karena prinsipnya kita memasukkan cahaya matahari didalam rumah namun bukan sinar matahari.

 

 

Elemen Air dan Tanaman

Air mampu mendinginkan udara yang ada didalam ruangan. Dikombinasikan dengan sirkulasi udara yang baik di dalam rumah, uap air mampu menangkap udara panas tersebut. Sehingga udara dalam ruangan relatif dingin. Desain yang dapat diterapkan adalah dengan membuat kolam ikan Koi di dalam ruang. Tanaman selain mampu mengurangi polusi udara dapat juga menjadi elemen pelunak suasana yang kaku. Desain modern minimalis atapun simple istilahnya, dapat terlihat lebih nyaman apabila tanaman menjadi pelengkapnya. Untuk rumah sempit dapat menerapkan unsur tanaman ini dengan pot-pot gantung maupun pot permanen dengan tanaman rambat yang dipilih.

 

Konsep Urban Farming dalam Arsitektur

Bagaimana jika konsep Green Architecture ini ditambah lagi dengan ide Urban Farming? Isu mengenai ketahanan pangan tidak hanya ada di negara kita. Namun sudah menjadi isu global. Bagaimana masing-masing individu mampu menghasilkan sendiri bahan pangan untuk kebutuhan sehari-hari. Di negara maju sudah dikembangkan bagaimana pertanian di kota dengan lahan sempit.

 

 

Saat ini juga telah banyak berkembang di negara kita pertanian di lahan sempit ini. Menanam dengan sistem hidroponik, aqua ponik, penyiraman sistem drip dan sebagainya. Semuanya dilakukan untuk memecahkan masalah ketersedian bahan pangan. Nah, selain sekedar untuk menyalurkan hobi berkebun, urban farming ini menjadi gerakan yang patut kita dukung untuk menjaga ketersediaan bahan pangan.

 

 

Untuk mewujudkan urban farming tersebut, saat ini banyak diterapkan dengan membuat desain rooftop yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan berkebun tersebut. Desain hunian kota memang cenderung vertikal untuk mengatasi terbatasnya lahan. Dengan demikian, selain rumah sebagai tempat beristirahat, rumah merupakan tempat aktifitas menyenangkan bagi kita. Jadi konsep desain rumah Green Architecture+Urban Farming kenapa tidak?

 

Sampaikan Komentar & Pertanyaan Anda di Ruang ini Ya. Terimakasih.